Pontren MINHAJUT THOLABAH Kembangan Bukateja Purbalingga

Mencetak Generasi yang Islamy, Intelektual, Berakhlaqul karimah dan berwawasan Ahlussunnah Wal Jama'ah

EKSISTENSI PESANTREN DI TENGAH MASYARAKAT

Tinggalkan komentar

EKSISTENSI PESANTREN DI TENGAH MASYARAKAT

Pesantren ini berasal dari kata santri dengan awalan pe- dan akhiran an yang berarti tempat tinggal bagi seorang santri.  Dalam kamus besar Bahasa Indonesia pesantren di artikan sebagai asrama santri atau tempat seseorang belajar mengaji. Secara umum pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam dimana para santri tinggal di pondok (asrama) dengan materi pengajaran kitab-kitab klasik dan kitab-kitab umum bertujuan untuk menguasai ilmu agama Islam secara mendalam serta mengamalkan sebagai pedoman hidup keseharian dengan menekankan pendidikan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Namun definisi tersebut tidak berarti konkrit karena pondok pesantren secara definisi tidak dapat diberikan batasan yang tegas karena mengandung makna yang fleksibel sesuai dengan ciri-ciri yang terdapat padanya.

Pondok pesantren memberikan pengajaran yang komplit tidak hanya pelajaran umum seperti pada lembaga-lembaga pengajaran yang lainnya. Sistem pengajaran yang ditawarkan oleh pesantrenpun tak kalah bagusnya dengan pEndidikan umum lainnya. Pesantren mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan mulai dari umum, agama, dan lainnya. Pesantren banyak memberikan pengajaran moral yang sulit dilaksanakan oleh lembaga pendidikan lainnya.

Walaupun begitu namun terkadang pesantren dianggap sebelah mata oleh beberapa kalangan. Banyak orang mengganggap pesantren sebagai sarang terorisme, sumber radikalisme dan sebagainya. Mereka mengganggap dengan adanya pengeboman-pengeboman yang terjadi merupakan aksi anarkhis yang berasal dari pendidikan pesantren. Namun jika ditelaahi lebih mendalam pada dasarnya bukan seperti anggapan orang yang di namakan pesantren itu.

Aksi pengeboman, radikalisme dan sebagainya itu bukanlah berasal dari pendidikan yang ada dalam pesantren hanya saja orang-orang yang radikal tersebut menggemborkan dirinya sebagai seseorang yang benar dan mengetahui mendalam tentang agama dan sebagainya, penampilannya juga mnyerupai penampilan santri pada umumnya sehingga banyak kalangan yang memandang pesantren sebagai ajang atau tempat pengajaran yang demikia karena mereka hanya melihat satu sisi tanpa menghiraukan sisi yang lain.

Selain anggapan tersebut juga mengakibatkan banyak orang yang enggan masuk ke pesantren karena alasan tersebut juga karena alasan masa depan. Banyak masyarakat yang berpendapat bahwa pesantren hanya mencetak generasi yang pandai dalam hal agama namun tak mengerti urusan dunia luar, kerja susah, tidak melek teknologi dan sebagainya. Pendapat seperti itu yang perlu ditampis oleh kita sebagai kalangan pesantren.

Jika kita lihat banyak pejabat yang berasal dari pesantren, banyak pengusaha yang berasal dari pesantren, guru berasal dari pesantren. Banyak pembesar-pembesar agama dan Negara yang berasal dari pesantren, sebut saja Gus Dur, KH. Ahmad Dahlan dan lainnya. Orang-orang tersebut yang berasal dari pesantren banyak menyumbangkan pemikiran-pemikiran yang dapat mecerdaskan bangsa kita ini. Misalnya sajadengan bekal ilmu dari pondok pesantren dia  mampu memimpin bangsa Indonesia selama beberapa tahun. Tak hanya Alm. Gus Dur masih banyak lagi para pemikir dan pembaharu bangsa yang berasal dari pesantren. Individu-individu yang notabene berasal dari pesantren ini tak kalah saing dengan individu yang notabene dari pendidikan yang berkualitas sekalipun.

Hal-hal sperti diatas dapat menampis anggapan banyak orang yang menjustice pesantren sebagai lembaga pendidikan agama saja. Karena pada dasarnya pesantren tidak hanya mengajarkan pendidikan agama namun juga pendidikan umum, dengan tambahan pendidikan moral dan perilaku yang tidak ada pada lembaga-lembaga pendidikan lain. Alumni pondok pesantren pun dapat memimpin umat dengan baik karena mempunyai basic pengajaran moral yang tidak di miliki oleh individu-individu yang lain. Karena pendidikan umum, agama, masih gampang namun untuk pendidikan moral sangatlah sulit.

Dengan melihat adanya pejabat-pejabat pemerintahan yang merupakan alumni pondok pesantren ini juga dapat menampis anggapan masyarakat yang mengatakan bahwa santri itu tak dapat memiliki pekerjaan yang layak karena hidupnya hanya mengkaji kitab-kitab dan lainnya. Kita ketahui banyak menteri yang berasal dari pesantren dan banyak pula alumni pondok pesantren yang dapat mengenyam pendidikan tinggi dan menyumbangkan pemikiran untuk membangun bangsa Indonesia ini.

Demikianlah keberadaan pondok pesantren yang sering di pandang sebelah mata oleh beberapa kalangan. Namun pesantren juga banyak memberikan sumbangsih yang besar untuk kemajuan negeri ini melalui beberapa pendidikan yang ada dan pemikiran-pemikiran yang berasal dari kalangan santri. Oleh karena itu kita sebagai santri harus bangga dengan identitas santri kita juga harus mempertahankan jati diri kita sebagai santri karena apa yang kita miliki sebagai santri tidaklah di miliki oleh banyak orang. Dan sebagai santri kita pun harus bekerja keras untuk tetap mempertahankan keeksistensian pesantren dengan baik dan berusaha  memberikan sumbangsih pemikiran untuk kemajuan Negeri kita tercinta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis: minhajuttholabah

Mencetak generasi yang Islami, Intelektual, berwawasan luas dan Berakhlaqul Karimah serta menanamkan nilai-nilai Ahlussunah Wal Jama'ah

coment......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s